Showing posts with label Pengantar Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Pengantar Bisnis. Show all posts

Wednesday, November 30, 2011

Tulisan 2 - Pengantar Bisnis


Salah Satu Franchising di Indonesia “McDonald’s”
1.      Franchising yang berhasil di Indonesia
Salah satu franchising yang cukup berhasil di Indonesia adalah McDonald’s yang lebih kita kenal dengan sebutan Mekdi. McDonald's merupakan perusahaan yang bergerak pada industri fast food restaurant. Produk yang ditawarkan berupa makanan dan minuman siap saji. Restoran McDonald’s pertama di Indonesia terletak di Sarinah, Jakarta dan dibuka pada 23 Februari 1991 dan merupakan negara ke 70 dari McDonald's seluruh dunia. H. Bambang N. Rahcmadi Msc MBAadalah warga negara Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan hak master franchise dari McDonald's Corporation dengan mengalahkan 13.000 pesaing. Sampai sekarang beliau bertindak sebagai Presiden Direktur McDonald's Indonesia. Sebelum membuka restorannya yang pertama di Sarinah-Jakarta, H. Bambang Rahcmadi Msc MBA diwajibkan mengikuti training selama 1 tahun di Australia, Amerika Serikat, Malaysia dan Singapura. Dalam masa training tesebut beliau melakukan semua pekerjaan di restoran McDonald's dari yang paling sederhana termasuk membersihkan toilet sampai ke tingkat manajerial, kemudian menerapkan semuanya di Indonesia. Tepat pada 22 Februari 1991, restoran McDonald's di Sarinah Thamrin Jakarta beroperasi dengan mempekerjakan 460 crew dan 26 manajer. Perkembangan McDonald's Indonesia dalam 10 tahun ini dinilai sangat cepat. Sampai saat ini restoran McDonald's Indonesia telah berjumlah 109 restoran dengan jumlahkaryawan seluruhnya mencapai sekitar 8000 orang yang sebagian besar lulusan SLTA. 

Tujuan didirikannya McDonald’s Indonesia tidak berbeda dengan tujuan dari McDonald’s internasional, yaitu
        i.            Mampu menyediakan jasa makanan di dunia dengan lebih dari 50.000 restoran
      ii.            Brand McDonald's menjangkau siapa saja, kapan saja, dan di mana saja saat kita melakukan bisnis
    iii.            McDonald's dapat menjadi tempat bekerja yang terbaik untuk setiap orang yang ada di seluruh dunia
    iv.            Restoran cepat saji dimana setiap pelanggan tersenyum dan merasa spesial
      v.            Makanan yang paling baik di kelasnya dengan penyajian yang istimewa dan menu makanan yang beragam
    vi.            Organisasi yang memiliki hubungan kerja yang baik dan kuat antara pemilik, pemasok barang, dan perusahaan
  vii.            Brand pada bisnis franchising yang sukses dan memberikan kontribusi pada pemilik, pemasok barang dan perusahaan
 
Tapi ada perbedaan dari kebanyakan restoran McDonald’s di luar negeri, McDonald’s juga menjual ayam goreng dan nasi di restoran-restorannya di Indonesia.

Beberapa menu yang ditawarkan McDonald’s Indonesia, seperti :

Menu Mantap :
Beef Burger + Reg. Fries + Reg. Drink    Rp. 15.000
Crisp Chicken + Reg Drink / Reg LemonTea + Rice    Rp. 15.000
Hot Chicken + Reg Drink / Reg Lemon Tea + Rice    Rp. 15.000

Menu Panas :
Rice    Rp. 3,000
1 Crispy Chicken + M.Drink + Rice    Rp. 19,600
1 Crispy Chiken + Egg + Rice + Med Drink    Rp. 23,800
1 Hot Chicken + M.Drink + Egg + Rice    Rp. 23,800
1 Crispy Chicken + M.Drink + Egg + Soup + Rice    Rp. 28,400
1 Hot Chicken + M.Drink + Egg + Soup + Rice    Rp. 28,400
MY PANAS 1 Hot Chicken + M.Drink + Rice    Rp. 19,600

Menu PAHE :
Cheeseburger + M. Drink + M. Fries    Rp. 30,600
Mcchicken + M.Drink + M.Fries    Rp. 32,800
Fillet + M.Drink + M.Fries    Rp. 32,800
BigMac + M.Drink + M.Fries    Rp. 36,600
DoubleCheese + M.Drink + M.Fries    Rp. 35,900
6 Nugget + Med Fries + Med Drink    Rp. 30,800

Menu MY PAHE LARGE :
6 Nugget + Large Fries + Large Drink    Rp. 33,300
Cheeseburger + Large Fries + Large Drink    Rp. 33,100
McChicken + Large Fries + Large Drink    Rp. 35,300
Fillet O Fish + Large Fries + Large Drink    Rp. 35,300
Bigmac + Large Fries + Large Drink    Rp. 39,100
DoubleCheeseburger + Large Fries + Large Drink    Rp. 38,400
Tripple CheersBurger + Large Fries + large Drink    Rp. 44,500

Menu Happy Meal :
Happy Meal : Cheeseburger + R.Drink + Toy    Rp. 23,100
Happy Meal : 4 Nugget + R.Drink + Toy    Rp. 23,600
Happy Meal : 1 Crispy Chicken + R.Drink + Toy    Rp. 21,400
Happy Meal : Spaghetty + R.Drink + Toy    Rp. 20,800

Menu Paket Gourmet :
Gourmet Wrap + Med Drink + Med Fries    Rp. 33,000
Gourmet Wrap + Large Drink + Large Fries    Rp. 35,500

Menu Chicken McD 1 :
2 Crispy Chicken + Rice +M Drink    Rp. 28,600
2 Hot Chicken + Rice +M Drink    Rp. 28,600

Menu Chicken McD 2 :
2 Crispy Chicken + Large Fries + Large Drink    Rp. 37,900
2 Hot Chicken + Large Fries + Large Drink    Rp. 37,900
2 Crispy Chicken + M.Drink + M.Fries    Rp. 35,400
2 Hot Chicken + M.Drink + M.Fries    Rp. 35,400

Menu Chicken McD :
2 Hot Chicken    Rp. 22,600
2 Crispy Chicken    Rp. 22,600

Menu Ala Carte :
Bubur Ayam    Rp. 5,500
Cheeseburger    Rp. 16,500
Double Cheeseburger    Rp. 22,800
Beef Prosperity Burger    Rp. 22,800
Bigmac    Rp. 22,800
Fillet-O-Fish    Rp. 19,600
McChicken Burger    Rp. 19,600
Spicy Chicken Burger    Rp. 8,800
Gourmet Wrap    Rp. 19,800
Super Size Rice    Rp. 5,200
Soup    Rp. 5,500
Spaghetty    Rp. 5,500
Tripple CheersBurger    Rp. 29,700
McNugets McNuggets 6 Pcs    Rp. 16,500
McNugets 9 Pcs    Rp. 21,700

Drink :
Orange Juice    Rp. 11,000
COKE Regular    Rp. 5,500    Medium    Rp. 6,600    Large    Rp. 8,800
FANTA Regular    Rp. 5,500    Medium    Rp. 6,600    Large    Rp. 8,800
MILO Medium    Rp. 9,900    Regular    Rp. 6,600
SPRITE Regular    Rp. 5,500    Medium    Rp. 6,600    Large    Rp. 8,800

Dessert :
McFlurry Smarties    Rp. 5,500    Choco    Rp. 5,500
SUNDAE Chocolate    Rp. 5,500    Strawberry    Rp. 5,500    Sundae Green Field ( Kiwi & Nata Cryspy )    Rp. 7,700

Fries :
FRIES Regular    Rp. 5,500    Medium    Rp. 13,200    Large    Rp. 15,400    Supersize    Rp. 17,000

Penentuan harga ditetapkan dengan market price yang ditentukan oleh head office Jakarta sesuai dengan daya beli konsumen. Tier adalah penetapan harga sesuai dengan kemampuan daya beli konsumen di lingkungan tersebut. Terdapat tiga macam penetapan harga (tier), yang penetapannya ditentukan oleh lingkungan di mana restoran mcdonald's tersebut berada.

Lokasi yang digunakan untuk mendistribusikan produk kepada pelanggan, dimana tempat tersebut harus strategis bagi target pasar yang dituju yaitu segmen kawula muda dan keluarga.

Keuntungan dari usaha franchising “McDonald’s” bagi pemilik

Keuntungan yang bisa diperoleh dari usah franchising, seperti tidak mulai dari nol semua sudah siap operasional.menghemat waktu persiapan usaha pengalaman dan pengetahuan usaha, track record usaha sudah terbukti berhasil, resiko kegagalan bisa diukur, keuntungan dari pembelian skala besar, dukungan dan pelatihan mengenai mutu produk dalam bentuk baku yang telah diuji pasar, daya tarik merek yang mudah mendapatkan pembeli.

Pada usaha McDonald’s total penjualan pada tahun 2008 mengalami penurunan yang tidak terlalu signifikan dibandingkan tahun 2007 tetapi dari segi pendapatan di bidang waralaba mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini mungkin disebabkan karena perusahaan memperluas strategi pemasaran dengan memberikan kekeluasaan di berbagai pihak untuk membeli waralaba perusahaan ini. Seperti kita tahu bahwa berbagai produk Mc. Donald telah banyak digandrungi oleh masyarakat dunia dari semua kalangan sehingga tetap menjadi industri yang mempunyai prospek yang bagus. Harga saham perusahaan ini juga mengalami peningkatan menunjukkan bahwa respon pasar sangat positif dan tidak banyak terpengaruh adanya krisis global karena seperti diketahui produk Mc Donald merupakan produk pangan yang telah menjadi makanan pokok di berbagai Negara. McDonald’s sendiri mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar enam persen pada April 2011 lalu. Kinerja penjualan yang positif dari McDonalds shakes, kopi dan menu sarapan mendongkrak kinerja restoran cepat saji ini. McDonald's Indonesia, yang dioperasikan oleh PT Rekso Nasional Food menargetkan pertumbuhan laba hingga 15 persen pada 2011 ini. Direktur Operasi dan Training Rekso Nasional Koko Hadiono menjelaskan jika pertumbuhan kinerja keuangannya tersebut seiring dengan penambahan jumlah gerainya yang juga berkisar antara 10-15 persen. Di tahun 2010 laba dan pendapatan melonjak lebih dari sepuluh persen.

Dampak positif & negative dari franchising bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia

Dampak positif terhadap perekonomian Indonesia seperti, penciptaan lapangan pekerjaan baru yang dapat memberikan andil dalam mengatasi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan, serta dapat mendorong berkembangnya peluang usaha baru degan adanya spesialisasi dan modernisasi distribusi dan nilai tambah aktifitasi produk nasional.

Dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia seperti, minat belanja masyarakat bertambah sehingga memacu pertumbuhan produk yang lebih bervariasi. Usaha franchising di Indonesia tidak hanya berasal dari dalam negeri, sebagian besar usaha tersebut berasal dari luar negeri. Hal tersebut mengakibatkan produk impor lebih mudah masuk ke Indonesia sehingga gerai yang sebelumnya 80% dipasok dari lokal mengurangi dan menggantinya dengan produk impor. Jika hal tersebut masih terjadi, nantinya Indonesia bisa terjebak menjadi pasar produk impor.


Sumber :

Tunjung Gumelar / 21209039 / 1Eb01

Wednesday, November 9, 2011

Tulisan 1 Pengantar Bisnis

Cara membangun perusahaan ada 3, yaitu : 
  1.        Membeli perusahaan yang telah dibangun
  2.              Memulai perusahaan baru 
    3.          Membeli hak lisensi (waralaba/franchising)

    1. Membeli perusahaan yang telah dibangun
    Beberapa pengusaha yang ingin memulai usahanya ada yang memilih membeli perusahaan yang telah dibangun. Karena sebagian dari pengusaha tersebut berpikir bahwa dengan membeli perusahaan yang telah ada, dapat memudahkan mereka dalam berusaha/berbisnis. Banyak factor seperti, lokasi perusahaan yang telah dibangun sangat strategis dan bisnis yang sudah menguasai pasar, pemilik baru dapat memanfaatkan pengalaman dari pemilik lama, perusahaan yang sudah sukses dapat terus sukses, karyawan dan pemasok sudah ada, peralatan telah terpasang dan kapasitas produktif telah diketahui, persediaan sudah tersedia dan fasilitas pembelian kredit sudah ada, pemilik baru dapat langsung menjalankan perusahaannya. Tapi dengan membeli perusahaan yang telah dibangun/sudah ada belum tentu membawa keuntungan bagi si pemilik baru. Bisa saja perusahaan yang telah dibangun yang dibeli tidak sehebat yang dibayangkan. Misalnya, harga perusahaan yang terlalu mahal, pemilik lama telah menciptakan citra buruk, perubahan dan inovasi perusahaan yang sulit diterapkan, dan hal ini menyebabkan kerugian. Seorang wirausahawan harus penuh ketelitian dan dengan proses yang benar bila ingin membeli perusahaan yang telah ada untuk meminimalisir kerugian yang mungkin akan di dapat, atau bahkan menghindari kerugian. Dengan proses due diligence (penyelidikan yang mendalam) yang dilakukan dengan cara menganalisis dan mengevaluasi perusahaan memerlukan waktu yang sama dengan pengembangan rencana perusahaan menyeluruh untuk perusahaan yang baru berdiri. Meneliti suatu perusahaan untuk menemukan kondisi dan nilai sesungguhnya akan membutuhkan waktu, dedikasi dan seperti sebutannya, kehati-hatian, tetapi proses tersebut berharga karena dapat mencegah seorang wirausahawan membeli perusahaan yang ditakdirkan untuk gagal. Ketika mempertimbangkan untuk membeli suatu perusahaan, aturan pertamanya adalah “ Jangan tergesa-gesa mengikat perjanjian”. Mengambil jalan pintas ketika menyelidiki suatu perusahaan yang akan diakuisisi hampir selalu mengarah pada kejutan yang tidak menyenangkan.
    Contoh perusahaan : COCA COLA, STARBUCKS & HM SAMPOERNA

    Sumber :

     
    2. Memulai perusahaan baru
    Setiap orang yang ingin memulai usaha baru syaratnya hanya satu adalah mempunyai sebuah mimpi. Mimpi dapat memiliki perusahaan sendiri. Karena dari mimpi, mungkin saja timbul gagasan-gagasan atau ide-ide yang luar biasa dan akhirnya menciptakan peluang bisnis baru yang menguntungkan. Dengan modal gagasan atau ide bisnis dari sebuah mimpi yang besar yang dimiliki, langkah selanjutnya dalam memulai suatu usaha baru adalah sebagai berikut :
    -          Tentukan gagasan bisnis yang akan dikembangkan
    Untuk memulai suatu usaha bisnis baru harus melihat dari kemampuan yang dimiliki, minat atau bakat yang dimiliki tanpa melupakan factor peluang pasar di masyarakat luas agar mempermudah segala usaha yang akan dicoba. Banyak pengusaha-pengusaha sukses dengan bisnis mereka, karena mereka memilih bidang bisnis yang mereka sukai, sehingga mereka lebih ingin dan terus mengembangkan usaha mereka. Ada juga pengusaha yang terbilang unik, yaitu memilih usaha bisnis yang jarang atau belum pernah ada di pasaran, atau pun membuka usaha yang telah banyak di pasaran tapi tetap melihat kepada peluang pasar yang masih besar.
    -          Buatlah visi dan misi usaha\
    Agar tujuan usaha dan langkah usaha dapat terkonsep dengan baik, sebuah usaha harus memiliki visi dan misi yang baik, untuk menunjang pengembangan usaha yang dibangun. Sekecil apapun usaha yang telah dilakukan, pasti akan mempengaruhi kinerja yang diperoleh bagi perusahaan.
    -          Action
    Gagasan atau ide bisnis yang dimiliki jangan hanya dipikirkan saja, tapi harus segera dilaksanakan dengan penuh ketekunan, keyakinan, agar rencana memulai perusahaan baru berjalan dengan terkonsep. Karena setiap usaha membutuhkan perjuangan dan kerja keras.
    -          Selalu belajar dan lakukan pengamatan
    Sebagai pengusaha baru yang baru memulai usaha, harus mau belajar dari pengusaha yang lebih berpengalaman di bidang bisnis yang sama, dan melakukan pengamatan strategi yang mereka lakukan. Dan juga perdalam pengetahuan agar bisnis berjalan lancear, dan inovatif dalam melakukan perubahan.
    -          Hadapi, hayati serta nikmati hambatan atau kegagalan
    Setiap usaha tidak selalu menghasilkan hasil yang diinginkan, sebaiknya sebagai seorang pengusaha terutama pengusaha baru harus selalu berpikir positif di setiap tantangan dan hambatan dalam berbisnis. Oleh karena itu, hadapi, hayati serta nikmati hambatan usaha karena akan menguatkan mental usaha kita dan menambah kemampuan kita dalam membangun usaha.
    Contoh perusahaan : PT Global Sejahtera, Clarion Indonesia, PT Jatiwarna Gas Utama
    Sumber : http://bisnisukm.com/bagaimana-cara-memulai-usaha.html
3. Membeli hak lisensi (waralaba/franchising)
Franchise atau waralaba adalah sebuah pemberian lisensi oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) sebagai pemberi franchise, kepada pihak lain sebagai penerima franchise, untuk berusaha dengan menggunakan merk dagang dengan menggunakan keseluruhan sistem bisnisnya. Pemberi franchise disebut franchisor, dan penerima franchise disebut franchisee. Franchise sendiri merupakan sebuah bentuk strategi usaha yang bertujuan untuk memperlebar jangkauan usaha dalam meningkatkan pangsa pasar dan penjualan. Si pemilik franchise (trade mark) melisensikan merk tersebut kepada pihak lain untuk menggunakannya dalam menjual barang dan jasa. Bisnis usaha ini merupakan pilihan berwirausaha dan berekspansi dengan resiko lebih kecil. Secara umum franchise merupakan jalan keluar alternative yang relative aman bagi calon pengusaha baru yang ingin terjun memiliki bisnis sendiri. Langkah awal dalam proses pembelian hak franchise adalah memilih konsep bisnis yang berada dalam kemampuan financial, serta yang sesuai dengan pendidikan, kemampuan, minat atau bakat, dan gaya hidup. Selanjutnya calon pengusaha harus melihat peluang yang ditawarkan franchisor, dan memutuskan apakah yang ditawarkan franchisor menguntungkan atau tidak. Kemudian membeli franchise dari perusahaan tersebut dengan membayar sejumlah biaya yang disebut initial fee atau franchise fee. Sebagai imbalannya yaitu mendapatkan hak untuk berdagang di bawah dan sistem yang sama, pelatihan, serta berbagai keuntungan lainnya. Format bisnis franchise harus menguntungkan bagi kedua pihak, dimana franchise bertugas memikirkan cara-cara memaksimalkan penjualan dan keuntungan di outletnya sendiri. Sedangkan franchisor berkonsentrasi menjaga nilai kompetitif produknya, dan mendukung franchisee untuk memusatkan upayanya secara efektif.
Contoh perusahaan : Cipaganti Car, J.CO DONUTS & COFFEE, PAPA RON'S PIZZA
Sumber :

 Tunjung Gumelar / 21209039/ 1eb01

Wednesday, October 19, 2011

Etika Bisnis & 5 Pergaulan Bisnis


Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab social suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan masalah-masalah etis dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini dapat dipandang sebagain etika pergaulan bisnis. Seperti halnya manusia pribadi juga memiliki etika pergaulan antar manusia, maka pergaulan bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis
Etika pergaulan bisnis dapat meliputi berbagai hal, antara lain adalah :
  1. Hubungan antara bisnis dengan langganan/konsumen
Merupakan hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis harus menjaga etika pergaulannya secara baik. Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebutkan disini, misalnya :
·         Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya
·         Bungkus/kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga produsen perlu memberikan penjelasan tentang isi serta kandungan atau zat-zat yang terkandung di dalam produk itu
·         Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis. Sangatlah tidak etis suatu bisnis yang menjual produknya yang ternyata jelek (buruk) dan tak layak dipakai tetap saja tidak mau mengganti produknya tersebut kepada pembelinya 

2. Hubungan dengan karyawan
Manajer pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal, yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, Demosi/penurunan pangkat, maupun Lay-off atau pemecatan/PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
Di dalam menarik tenaga kerja haruslah dijaga adanya penerimaan yang jujur sesuai dengan hasil seleksi yang telah dijalankan. Sering kali terjadi hasil seleksi yang tidak diperhatikan akan tetapi yang diterimanya adalah peserta atau calon yang berasal dari anggota keluarga sendiri. Disamping itu tidak jarang seorang manajer yang mencoba menaikan pangkat para karyawan dari generasi muda yang dianggapnya sangat potensial dalam rangka membawa organisasi menjadi lebih dinamis, tetapi hal tersebut mendapat protes keras dari karyawan dari generasi tua. Masalah lain lagi dan paling rawan adalah masalah pengeluaran karyawan atau dropout. Masalah DO atau PHK perlu mendapat perhatian lebih/ekstra dari para manajer karena hal ini menyangkut masalah tidak saja etik akan tetapi juga menyangkut masalah kemanusiaan. Karyawan yang di PHK tentu saja akan kehilangan mata pencahariannya yang menjadi tumpuan hidup dia bersama dengan keluarganya. 

3. Hubungan antar bisnis

Merupakan hubungan antar 1 perusahaan dengan perusahaan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan saingannya, dengan penyalurnya, dengan grosirnya, dengan pengecernya, agen tunggal maupun distributornya. Dalam hubungan sehari-hari tentang hubungan tersebut sering terjadi benturan-benturan kepentingan antar keduanya. Dalam hubungan itu tidak jarang sering dituntut adanya etika pergaulan bisnis yang baik. Sebagai contoh, sebuah penerbit yang ingin menerbitkan buku-buku terbitannya kepada para grosir yang bersedia membeli secara kontan dalam jumlah besar dan continue dengan memperoleh potongan rabat yang sama dengan penyalur. Rencana ini menjadi kandas karena mendapat protes keras dari para penyalur-penyalurnya yang memandang tindakan penerbit tersebut akan sangat merugikan para penyalur sedangkan omset dari para penyalur sendiri dalam beberapa tahun tidak meningkat.

4. Hubungan dengan investor
Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go public” harus menjaga pemberi informasi yang baik dangan jujur dari bisnisnya kepada para investor atau calon investornya. Informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan para investor untuk mengambil keputusan investasi yang keliru. Dalam hal ini perlu mendapat perhatian yang serius karena dewasa ini di Indonesia sedang mengalami lonjakan kegiatan pasar modal. Banyak permintaan dari para pengusaha yang ingin menjadi emiten yang akan menjual sahamnya kepada masyarakat.
Dipihak lain  masyarakat sendiri juga sangat berkeinginan untuk menanamkan uangnya dalam bentuk pembelian saham ataupun surat-surat berharga yang lain yang di emisi oleh perusahaan di pasar modal. Oleh karena itu masyarakat calon pemodal yang ingin membeli saham haruslah diberi informasi secara lengkap dan benar terhadap prospek perusahaan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.

5. Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan
Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat financial. Hubungan ini merupakan hubungan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang berupa Neraca dan laporan Rugi dan Laba misalnya. Laporan financial terebut haruslah disusun secara baik dan benar sehingga terjadi terjadi kecenderungan ke arah penggelapan pajak misalnya.
Pelaksanaan tanggung jawab social suatu bisnis merupakan penerapan kepedulian bisnis terhadap lingkungan, baik lingkungan alam, teknologi, ekonomi, social, budaya, pemerintah maupun masyarakat internasional. Bisnis yang menerapkan tanggung jawab social itu merupakan bisnis yang menjalankan etika bisnis, sedangkan bisnis yang tidak melaksanakan tanggung jawab social itu merupakan penerapan yang tidak etis.


Friday, October 14, 2011

Tempat dan Letak Perusahaan

Tempat dan letak perusahaan merupakan salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Ketepatan pemilihan letak dan tempat perusahaan akan memberikan bantuan yang sangat berharga, baik dalam kaitannya dengan kemudahan-kemudahannya yang diberikan maupun dalam kaitannya dengan efisiensi biaya produksi. Dengan demikian tempat dan letak kedudukan perusahaan harus diputuskan dengan hati-hati atas dasar fakta yang lengkap, ditinjau dari aspek ekonomi dan aspek teknis. 
Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Pada umumnya dipengaruhi oleh faktor lancarnya hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya. 
Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik. Letak perusahaan dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dalam biaya. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya adalah :
  • harga bahan mentah/bahan pembantu
  • tingkat upah buruh
  • tanah
  • pajak
  • tingkat bunga
  • biaya alat produksi tahan lama
  • biaya atas jasa pihak ketiga
Jenis-jenis letak perusahaan
Letak perusahaan dapat dibedakan menjadi empat, yaitu :
  1. terikat keadaan alam
  2. terikat sejarah
  3. terikat oleh pemerintah
  4. dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Terikat Keadaan Alam
Letak perusahaan yang terikat pada alam pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Sebagai contoh, perusahaan pertambangan timah di Indonesia memilih letak perusahaannya di Pulau Bangka, karena letak daerah faktor produksi alamnya berkaitannya dengan bahan-bahan tambang. Perusahaan tambang di Indonesia seperti Aneka Tambang (Persero), PT (Production) Associated GroupAneka Tambang, PT Adiabara Bansatra, PT (Exploration) Associated GroupAdia Group, Abdi Sarana Nusa, PT (Exploration). Perusahaan pembibitan bunga memilih letak di Puncak karena iklimnya yang mendukung, dan sebagainya.

Terikat Sejarah
Dalam hal ini perusahaan menjalankan aktivitasnya di daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Sebagai contoh, perusahaan batik hanya didirikan di Yogyakarta, karena pada mulanya batik dikerjakan oleh wanita keraton untuk mengisi waktu senggangnya. Dalam perkembangannya kegiatan ini diorganisir oleh perusahaan di Yogyakarta dengan pertimbangan di daerah tersebut tersedia banyak tenaga kerja handal di bidang pembatikan, disertai dengan dukungan budaya yang kuat dari masyarakat sekitar.Contoh perusahaan batik di Yogyakarta, seperti Luwes Putra Batik & Handicraft, Rizki Ayu Batik [Factory],

Ditetapkan oleh Pemerintah
Dalam hal ini letak perusahaan ditentukan oleh pemerintah atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan, dan sebagainya. Sebagai contohnya, letak perusahaan bahan kimia yang berbahaya ditentukan di lokasi yang agak terisolir dari masyarakat sekitar dengan harapan limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak mengganggu masyarakat, ataupun bilamana pada suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap perusahaan tersebut, dampaknya dpat ditekan serendah mungkin.Contoh perusahaan bahan kimia di Indonesia, seperti PT Aneka Kimia Inti, PT. WINADE WAHYUMAS.

Dipengaruhi oleh Faktor-faktor Ekonomi
Faktor-faktor yang berpengaruh penting dalam kaitannya dengan pemilihan letak perusahaan yang bersifat industri adalah kedekatan dan ketersediaan bahan mentah, ketersediaan tenaga air, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan modal, kemudahan transportasi serta kedekatan pasar, dan kesesuaian iklim. 
Ketersediaan bahan mentah memungkinkan kesinambungan aktivitas perusahaan, karena tanpa bahan baku perusahaan tidak mungkin dapat bekerja. 
Ketersediaan tenaga air merupakan suatu potensi yang dapat dimanfaatkan perusahaan dalam mendukung kelancaran aktivitasnya disamping dapat berfungsi sebagai pembangkit listrik yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan. 
Ketersediaan tenaga kerja yang melimpah dan murah merupakan pendukung faktor produksi variabel. Semakin murah tenaga kerja yang tersedia semakin rendah biaya produksi persatuan output yang dihasilkan perusahaan. Bila kelimpahan tenaga kerja tersebut diimbangi dengan  keahlian yang memadai, perusahaan akan semakin mampu bersaing, baik dalam hal harga maupun kualitas produk yang dihasilkan.
Ketersediaan modal sangat mendukungnya perkembangan investasi. Perusahaan yang membutuhkan dukungan modal besar untuk perkembangannya, akan sangat memperhitungkan penawaran modal dengan bunga rendah. 
Transportasi berpengaruh besar dalam pendistribusian produk. Kelancaran transportasi juga menjamin kelancaran pasokan bahan baku ke lokasi perusahaan. 
Kedekatan pasar merupakan faktor yang sangat memudahkan terserapnya produk yang dihasilkan perusahaan. 
Kesesuaian iklim tidak hanya berpengaruh pada kesinambungan produksi, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan buruh yang bekerja di perusahaan. Disamping itu perlu dipertimbangkan pengaruh iklim terhadap ketahanan barang-barang modal, karena terkait dengan biaya penyusutan barang-barang modal yang pada akhirnya akan mempengaruhi biaya produksi.